![]() |
| Bantuan APD diserahkan dan telah digunakan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kunir |
Keberadaan Alat
Pelindung Diri (APD) bagi
tenaga kesehatan kini sangat minim. Selain harganya mahal, APD juga langka di
pasaran. Baju Hazmat misalnya, harganya mahal dan masih harus memesan terlebih
dahulu. Sementara itu masker standar N95 dan masker bedah sudah semakin sulit
ditemukan. Dengan laju penyebaran Corona Virus semasif sekarang ini
tentu kondisi minimnya APD menjadi keresahan di lingkungan masyarakat, bahkan
di instansi kesehatan seperti rumah sakit maupun puskesmas.
Melihat kondisi
yang meresahkan itu, Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Lumajang
mengadakan program bhakti sosial. Bentuk kegiatan ini adalah memberikan bantuan
APD. Dana untuk pengadaan APD ini didapat dari hasil sumbangan anggota KAUJE
Lumajang. Salah satu sasaran penerima bantuan adalah Puskesmas Kunir. Bantuan APD
yang berupa hazmat dan masker dari Keluarga Alumni Universitas Jember
(KAUJE) Lumajang telah terditribusi ke puskesmas tersebut dan telah diterima dengan baik, Senin 7 April
2020.
Jumlah bantuan yang diserahkan ke Puskesmas Kunir adalah
Hazmat 5 buah dan Masker 24 buah. Bantuan tersebut diserahkan oleh pengurus
KAUJE Lumajang. Kepala Puskesmas Kunir, drg. Nuraini menyatakan rasa
syukurnya atas pemberian bantuan dari KAUJE Lumajang. Pemberian itu sangat
berarti mengingat APD bagi tenaga kesehatan tergolong minim dan sulit didapat. “Alhamdulillah karena kami sangat kuwalahan dengan APD, terutama
maskernya. Kami bersyukur dan berterima kasih
atas bantuan ini. Kami benar-benar terbantu”, kata Nuraini. Lebih lanjut dia menerangkan bahwa hazmat langsung dipakai oleh petugas
dan mereka sangat senang karena bahan yang digunakan sangat nyaman. “Kainnya
adem”, tambahnya.
![]() |
| Masker dikenakan oleh seluruh karyawan Puskesmas Kunir |
Saat ditanya tentang teknis pemanfaatan APD tersebut Nuraini menjelaskan bahwa seluruh APD (hazmat) digunakan oleh tim penangan Covid-19 Puskesmas Kunir. Sementara masker dibagikan ke seluruh karyawan puskesmas. Dengan APD tersebut, para tenaga kesehatan merasa terbantu dan rasa percaya dirinya meningkat mengingat bekerja dengan ancaman virus Corona adalah hal yang cukup mengkhawatirkan. Meskipun jumlah ODP 8 orang, PDP dan positif nihil, para petugas tenaga kesehatan di Puskesmas Kunir berharap bahwa virus corona segera sirna. “Semoga tidak pernah ada,” harapnya.
Sementara itu
upaya Puskesmas Kunir tiada henti melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk
pencegahan penularan virus Corona ini. Materi penyuluhan yang diberikan kepada
masyarakat diantaranya, cuci tangan pakai sabun (CTPS), makan makanan bergizi,
dan yang penting lagi social distancing. “Jaga jarak itu penting”, kata Nuraini
mengakhiri pembicaraan dengan Humas KAUJE Lumajang.
(bs/kaujelmj)
#Kauje
#Kaujelumajang
#Corona
#Covid-19
#Covid


Tidak ada komentar:
Posting Komentar